Mengenal Konsep Smart Contract dan Kontroversinya

March 15, 2018, 1 p.m. | Share on Facebook Share on Twitter

Ikhtisar

  • Smart contractadalah pengaplikasian kode diblockchainyang bertujuan untuk mengikat perjanjian atau kesepakatan antara beberapa pihak.
  • Sistemsmart contractdiklaim bisa meningkatkan kepercayaan berkat penggunaan kode permanen yang tidak dapat diubah.
  • Meski terkesan menjanjikan, sifatnya yang permanen membuatsmart contractcenderung kaku ketimbang kontrak nyata, dan keterbatasan bahasa pemrograman bagiengineeradalah beberapa kelemahannya.

Pada video Bagaimana Cara Blockchain Bekerja, kita telah membahas tentang konsepblockchaindan proses mining untuk memverifikasi data transaksi.Hal paling mendasar dari blockchain adalah sistem yang terdesentralisasi, mengeliminasi keberadaan pihak ketiga sebagai sosok sentral, sehingga mampu mengedepankan transparansi.Salah satu teknologi yang memanfaatkanblockchain adalah smart contract.

Pencetus smart contract adalah seorang pakar kriptografi, ilmuwan komputer, dan juga sarjana hukum, Nick Szabo. Nick menggagas konsep ini pada tahun 1994. Smart contract pada dasarnya hampir sama seperti kontrak konvensional sebagai sebuah dokumen yang mengikat perjanjian atau kesepakatan antara beberapa pihak. Yang membedakan smart contract dengan kontrak biasa adalah smart contract berbentuk sebuah kode yang tersimpan di blockchain.

Tapi smart contract tak melulu tentang kode pemrograman. Karena pada intinya, smart contract adalah tentang kita, manusia, dan rasa percaya terhadap orang lain. Apa kaitannya kode di blockchain dengan rasa percaya? Untuk menjawab itu, mari kita mendalami soal mengapa Szabo menggagas konsep Smart Contract ini? Mengapa ia berpikir bahwa kita membutuhkan Smart Contract?

Sebuah sistem untuk mengatasi masalah kepercayaan

Banyak aktivitas di keseharian kita mengedepankan rasa kepercayaan, terutama aktivitas yang melibatkan transaksi menggunakan uang. Misalnya, untuk memesan sebuah barang secara online, kita harus percaya bahwa penjual tidak akan menghilang setelah kita mengirimkan uang.

Sebagai penjual, kita juga harus percaya jika orang yang memesan barang secara pre-order dari kita betul-betul akan membeli saat barangnya jadi. Satu kejadian hit and run bisa menghilangkan kepercayaan penjual pada pembeli, juga sebaliknya.

Smart contract menjadi sistem alternatif yang dirancang untuk mengatasi masalah kepercayaan ini.

,

Kita merancang berbagai sistem agar kita yakin bahwa orang yang akan bertansaksi dengan kita adalah orang yang dapat dipercaya.

  • Berbagai marketplace menampilkan persentase transaksi yang berhasil yang mudah terlihat oleh calon pembeli.
  • Pembeli membayarkan uang muka saat memesan barang atau jasa.
  • Dalam contoh kasus jual beli properti, pengembang membuat dokumen-dokumen dengan berbagai ketentuan yang harus ditanda tangani di atas materai untuk menghindari kecurangan dan kerugian.

Bagaimana cara kerja smart contract?

Seperti pada transaksi properti, dokumen bermaterai menjadi simbol kepercayaan pihak-pihak yang terlibat. Namun terkadang dokumen legal itu pun tak dapat menjamin bahwa tidak akan terjadi kecurangan atau kesalahan selama proses transaksi berlangsung. Smart contract berusaha memastikan agar hal itu tidak terjadi. Karena itu, kontrak, atau dalam kasus ini kode yang telah dibuat sifatnya permanen dan tidak dapat diubah. Sehingga tak ada orang yang bisa melanggar kontraknya.

Karena smart contract berada di blockchain maka dia terdistribusi di dalam jaringan. Ini berarti ada banyak orang yang melihat dan memvalidasi kontrak yang kamu buat.

Nick Zsabo menggunakan analogi vending machine untuk menggambarkan konsep Smart Contract. Ketika kamu haus dan butuh minuman dingin, kamu bisa memasukkan sejumlah uang dan mesin akan mengeluarkan minuman yang kamu pilih.

Pada smart contract, ketika kamu ingin mengikat sebuah perjanjian, kamu bisa memasukkan ketentuan perjanjian sesuai keperluanmu, dan smart contract akan mengeluarkan kontrak yang memastikan bahwa kesepakatanmu tak akan dilanggar.

Ketentuan perjanjian yang dapat dikustomisasi

Misalnya kamu ingin membeli sebuah game baru, namun kamu belum yakin dengan kredibilitas penjualnya, begitu pula dengan sang penjual. Sehingga kamu dan penjual sepakat untuk menggunakan smart contract dan membuat kontrak virtual dengan ketentuan yang kalian buat. Smart contract bekerja dengan logika jika-maka.

  • Jika kamu berhasil melakukan pembayaran sebelum kurun waktu 124 jam, maka kamu akan mendapat nomor seri game yang kamu beli tepat satu jam setelah pembayaran.
  • Jika dalam waktu satu jam kamu belum mendapat nomor serinya, uangmu akan segera kembali.
  • Jika penjual mengirimkan nomor serinya sebelum waktu yang ditentukan, sistem akan menyimpan nomor serinya dan mengirimkannya padamu tepat satu jam setelah pembayaran.

Setelah memilih game yang kamu inginkan, kamu membayarnya dengan sejumlah koin digital lewat blockchain. Lalu kamu mendapat bukti pembayaran dan kamu mendapat nomor seri game pilihanmu tepat satu jam setelah pembayaran berhasil.

Logika yang sama juga bisa berlaku untuk transaksi lain, dan kamu dapat mengubah isi kontrak dan perjanjian sesuai dengan kebutuhan transaksimu. Ini adalah contoh sederhana di antara beragam implementasi smart contract. Namun pada kenyataannya, penerapannya tak bisa semulus imajinasi kita.

Smart Contract | Infografis

Sinergi antara mesin dan manusia

Bicara soal kesepakatan dan janji berarti kita sedang bicara tentang manusia. Sifat smart contract yang absolut di satu sisi menghadirkan rasa aman bagi orang yang membuatnya. Namun di sisi lain, ia menjadi kaku karena tak mampu mengakomodasi konteks-konteks sosial antar-manusia yang kerap muncul pada kontrak di dunia nyata.

Masalah lainnya adalah sulitnya menjaga privasi. Kontrak-kontrak di dunia nyata menuntut kerahasiaan. Baik karena alasan hukum, keamanan pribadi, kenyamanan orang-orang yang terlibat ataupun gabungan ketiganya. Sementara smart contract tersebar di seluruh jaringan blockchain, sehingga semua orang di jaringan dapat melihat kontrak-kontrak yang telah dibuat.

Meski berbentuk kode dan bisa disembunyikan agar tidak terlihat terlalu eksplisit, smart contract tak dapat sepenuhnya merahasiakan kontrak-kontrak yang ada.

,

Selain dari sisi sosial, smart contract juga menemui kendala teknis selama penerapannya.

Di antara lebih dari seribu lima ratus koin digital, hanya Ethereum yang bisa memfasilitasi konsep smart contract seperti konsep di atas. Public blockchain platform lain seperti NXT telah memiliki beberapa format kontrak virtual, namun kamu tak dapat membuat kontrak sendiri dan melakukan kustomisasi pada format yang ada.

Bitcoin juga memiliki keterbatasan bahasa pemrograman untuk smart contract. Ethereum menjadi pilihan paling optimal untuk penerapan smart contract karena ia memiliki kemampuan untuk mengeksekusi kode apapun.

Meski menjadi pilihan terbaik di antara cryptocurrency lainnya, Ethereum juga memiliki kekurangan, yaitu kapasitas transaksi. Saat ini Ethereum hanya mampu menangani rata-rata 25 transaksi per detik. Sebagai perbandingan, Paypal mampu menangani rata-rata 193 transaksi per detik. Ini bisa menjadi hambatan seiring meluasnya penggunaan smart contract.

Kita juga tak dapat memungkiri kemungkinan terjadinya kesalahan penulisan kode oleh orang yang membuat kontrak virtual. Salah satu contoh kesalahan coding yang cukup fatal adalah kasus peretasan The DAO Februari lalu. Kasus ini hampir menghilangkan aset smart contract senilai 3,6 juta Ether atau senilai US$70 juta saat peretasan terjadi.

Saat ini smart contract memang belum mampu menangani perjanjian kontrak dengan skala yang masif, ataupun konteks sosial yang kompleks. Namun smart contract saat ini bisa menjadi salah satu metode untuk mengelola dan mengautomasi database yang terdistribusi dalam jaringan. Nah sekarang, bagaimana pendapatmu tentang analogi vending machine yang digambarkan oleh Nick Szabo?

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

Comments


Subscribe

Did you want to subscribe daily post?


 
KONTAK

Jl. Kyai Haji Abdullah Syafii No. 12
RT 012/009 Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan
Telepon : 021-2983630
Twitter : @muhamadreggi
Berita Terkait
Kepada Yth Rekan-rekan di tempat Sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya...