Polisi Tangkap Managing Director GrabToko dan Bongkar Cara Penipuannya

Jan. 13, 2021, 4:46 p.m. | Share on Facebook Share on Twitter

Managing Director GrabToko, Yudha Manggala Putra, ditahan Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) Polri dengan dugaan penipuan online dan pencucian uang. Jumlah kerugian yang dialami konsumen ditaksir mencapai Rp17 miliar.

Penangkapan Yudha dilakukan pada 9 Januari 2021 di kawasan Kebayoran Baru. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya empat unit smartphone, satu unit laptop, dan empat buku cek.

Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dari 980 konsumen yang memesan perangkat teknologi melalui situs GrabToko, hanya ada 9 konsumen yang menerima pesanannya. Barang pesanan konsumen pun dibeli pelaku dengan harga normal. Dalam melakukan penyelidikan, Polri mendapatkan bantuan dari beberapa bank seperti BCA, BNI, dan BRI.

Yudha meminta pihak ketiga membuat situs belanja online yang menggunakan jasa hosting di luar negeri, menyewa kantor di kawasan Kuningan Jakarta, dan merekrut enam orang sebagai customer service. Keenam orang ini diberikan laptop yang disewa oleh Yudha dari orang lain.

Yudha akan dijerat denganUndang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana.

GrabToko harus ganti kerugian konsumen

Sebelum menghapus akun resmi di Instagram, GrabToko sempat menyampaikan permintaan maaf dan memberi klarifikasi bahwa mereka telah ditipu oleh investor. Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, permasalahan dengan investor merupakan tanggung jawab perusahaan.

Bahwa kemudian ada ditipu investor, itu urusan dia dan itu aspek pidana, silakan itu proses pidana berjalan. Tapi urusan dengan konsumen tidak boleh dinegosiasikan, ungkap Tulus, dikutip dari Kompas.

Ketua Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN Arief Safari juga menyatakan bahwa GrabToko wajib memberikan kompensasi kepada konsumen tanpa harus menunggu penyidikan dari pihak kepolisian.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) mencatat telah menerima lebih dari 300 aduan dengan kerugian hingga Rp1,1 miliar. Menurut ketua BPKN, konsumen berhak mendapatkan kompensasi ganti rugi dan/atau penggantian barang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen nomor 9 tahun 1999.

(Diedit olehAncha Hardiansya)

Comments


Subscribe

Did you want to subscribe daily post?


 
KONTAK

Jl. Kyai Haji Abdullah Syafii No. 12
RT 012/009 Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan
Telepon : 021-2983630
Twitter : @muhamadreggi
Berita Terkait
Kepada Yth Rekan-rekan di tempat Sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya...