Zoom Mau Jual Saham Baru, Sea Group Kabarnya Akuisisi Bank BKE, dan Lainnya

Jan. 13, 2021, 3:27 p.m. | Share on Facebook Share on Twitter

Penerbitan saham baru Zoom ini ditarget mencapai Rp21 triliun, lebih besar ketika mereka pertama melantai di bursa saham 2019 lalu. Bisnis Zoom berkembang cukup pesat sejak wabah COVID-19 menyebar ke seluruh dunia selama 2020.

Induk perusahaan Shopee tersebut kabarnya telah mengakuisisi sebagian saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Langkah ini disinyalir sebagai persiapan Sea Group merilis produk perbankan digital mereka untuk pasar Indonesia.

Ada pula kabar dari Telegram yang penggunanya bertambah 25 juta dalam 72 jam, Baidu bakal kembangkan mobil listrik bersama Geely, serta WhatsApp menanggapi soal aturan baru privasinya.


Zoom hendak galang Rp21 triliun dari penerbitan saham baru

Zoom App | Photo

Rencana penggalangan modal senilai US$1,5 miliar (sekitar Rp21 triliun) ini merupakan penawaran saham publik terbesar sejak Zoom melantai di bursa saham pada 2019 lalu. Saat itu, penyedia layanan teleconference itu melaporkan sukses meraup tambahan modal sebesar US$447,9 juta (Rp6,3 triliun).

Bisnis Zoom berkembang pesat sejak wabah COVID-19 menyebar ke seluruh dunia selama 2020. Meski pada kuartal keempat 2020 perusahaan tersebut mencatat rekor penghasilan kuartal tertinggi sepanjang sejarahnya, Zoom menyatakan para pengguna gratisnya tetap bakal membawa dampak signifikan terhadap laba kotor perusahaan.

Karena durasi pandemi yang sedang berlangsung tak bisa dipastikan, kami tak bisa mengetahui dengan jelas dampaknya terhadap laba kotor (perusahaan), ujar Kelly Steckelberg selaku Finance Chief Zoom. Kami tetap berkomitmen untuk membantu komunitas global.


Sea Group dikabarkan caplok Bank BKE

Induk perusahaan Shopee tersebut dikabarkan telah mengakuisisi sebagian saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi, atau dikenal dengan Bank BKE. Oleh banyak pihak, langkah ini disinyalir sebagai persiapan merilis produk perbankan digital untuk pasar Indonesia.

Spekulasi tersebut semakin menguat mengingat Sea Group juga baru saja mengantongi lisensi perbankan digital dari otoritas keuangan Singapura pada Desember 2020 lalu. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak Sea Group maupun Bank BKE.


Pengguna Telegram bertambah 25 juta dalam 72 jam

Aplikasi Telegram
Sumber gambar: Digital Trends

Telegram menyampaikan bahwa pengguna di seluruh dunia bertambah 25 juta dalam waktu 72 jam. Peningkatan ini menambah jumlah pengguna Telegram menjadi lebih dari 500 juta. Founder Telegram Pavel Durov, mengungkapkan pengguna baru berasal dari Amerika Serikat sebanyak 38 persen, 27 persen dari Eropa, 21 persen Amerika Latin, dan sisanya berasal dari kawasan lain.

Melonjaknya pengguna baru Telegram ditengarai oleh kebijakan privasi baru WhatsApp yang dinilai merugikan penggunanya. Kejadian penyerangan gedung Capitol Amerika Serikat yang menyebabkan dihentikannya aplikasi Parler juga dianggap berkontribusi pada peningkatan ini.


Baidu bakal kembangkan mobil listrik bersama Geely

Baidu Rencanakan Peluncuran Bus Otonom di Jepang

Raksasa mesin pencari Cina ini sepakat dengan produsen mobil Geely untuk mengembangkan mobil listrik. Kerja sama keduanya akan menggunakan teknologi otonom Baidu dan platform modular kendaraan listrik Geely. Namun belum ada penjelasan lebih lanjut soal kemitraan keduanya.

Para perusahaan teknologi besar kini sedang berupaya masuk ke area otomotif dengan sistem kolaborasi. Salah satu kemungkinan kolaborasi akan diumumkan pada tahun ini adalah Hyundai bersama Apple.


Tanggapan WhatsApp soal privasi pengguna

WhatsApp Logo on iOS | Photo

WhatsApp menegaskan kebijakan privasi perusahaan yang baru mengalami pembaruan tidak mempengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi penggunanya. Hal ini menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai pembaruan terbaru WhatsApp.

Melalui keterangan resminya, WhatsApp menyatakan seluruh chat pengguna masih dilindungi enkripsi end-to-end, yang artinya siapa puntermasuk WhatsApp dan Facebooktidak dapat membaca isi pesan pengguna. Lebih jauh, pembaruan kebijakan privasi ini hanya berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan fitur WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.

Beberapa kebijakan baru privasi itu mencakup:

  • Pelaku usaha kini dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untukchatmelalui WhatsApp
  • Artinya, percakapan dengan bisnis tersebut dapat disimpan di server Facebook
  • Jika pengguna berbicara dengan pelaku usaha yang memilih metode penyimpanan di luar WhatsApp, mereka akan menampilkan notifikasi dichattersebut
  • Pengguna kemudian berhak dan bebas memilih apakah mereka mau berinteraksi dengan pelaku usaha tersebut atau tidak.

(Diedit olehAncha Hardiansya)

Comments


Subscribe

Did you want to subscribe daily post?


 
KONTAK

Jl. Kyai Haji Abdullah Syafii No. 12
RT 012/009 Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan
Telepon : 021-2983630
Twitter : @muhamadreggi
Berita Terkait
Kepada Yth Rekan-rekan di tempat Sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya...